Ippho Santosa II 31 Januari jam 16:27
Seseorang berpesan, “Saya titipkan harta untuk Anda. Segini jumlahnya. Harta ini boleh Anda pakai. Hanya saja, sebagian tolong Anda berikan kepada si Abu.” Perhatikan baik-baik, kata kuncinya adalah sebagian. Menurut penafsiran Anda, berapakah yang akan Anda berikan kepada si Abu?
Mayoritas member menjawab 50% dan sangat banyak member menjawab 90%. Nah, ini menurut penafsiran guru saya:
- Kalau orang itu mengatakan sebagian kecil, mungkin itu jumlahnya 5-10 %. Sekali lagi, ini mungkin.
- Kalau orang itu mengatakan sebagian besar, mungkin itu jumlahnya 60-90 %.
- Nah, karena orang itu mengatakan sebagian, mungkin itu jumlahnya 20-50 %.
Terus, apa hikmahnya? Di kitab suci tertera berulang kali, hendaklah kita menyedekahkan sebagian dari harta yang kita miliki. Mungkin itu jumlahnya 20-50%. Mulai sekarang, alangkah mulianya kalau
kita menargetkan sedekah 20-50% atau lebih. Sekiranya kita belum mampu, yah, setidaknya 10% dulu dan terus ditingkatkan. (Kalau 2,5%, itu sih sudah pasti. Itu zakat namanya.)Ingat juga:
- Nabi, Abu Bakar, dan Abdurrahman Bin Auf bersedekah hampir 100%. Makanya mereka hidup secara sederhana, walaupun aslinya kaya-raya.
- Umar bersedekah sekitar 50%.
- Sahabat-sahabat yang lain juga bersedekah besar-besaran.
- Idealnya, tentu kita meneladani mereka. Sekiranya belum mampu, yah, setidaknya 10% dulu dan terus ditingkatkan.
- Sayangnya di Indonesia, kata ‘ikhlas’ ditafsirkan jadi ‘sekadarnya’. Ini dijadikan semacam pembenaran untuk bersedekah sedikit. Padahal satupun riwayat tidak pernah menganjurkan kita untuk bersedekah sedikit.
- Yap, saatnya kita bersedekah banyak-banyak, segera, dan ikhlas.
Pernah Nabi berpesan, “Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah.” Artinya, semua masalah bisa disolusiin dengan sedekah. Makin besar masalahnya, mestinya makin besar juga sedekahnya. Right?
www.ipphosantosa.com
Entrepreneur & Penulis Mega-Bestseller Seri Otak Kanan

bagus juga nih artikel nya..
ReplyDeleteterimakasih pak..
semoga kita bisa bersedekah lebih banyak lagi dari yang biasa nya.
ReplyDeleteartikel yang bagus,,
ReplyDeletesemoga bermanfaat untuk orang banyak.
bagus juga nih artikel nya..
ReplyDeletesubahanallah ya, kita ingat ini sebagai hukum sebab akibat aja, jadi bersiap untuk akibat yang bagus!
ReplyDeleteterimakasih banyak atas artikel ini dan salam kenal dan sukses selalu ya..
banyak banget orang yang bisa menyedahkan sebagian besar penghasilannya...
ReplyDeletemereka memang bener2 niat membantu sesamanya
Memang banyak orang yang lupa dengan kewajiban dari sebagian hartanya. Saya pernah ngobrol dengan salah satu anggota amil zakat, menurut beliau kesadaran penduduk kita akan kewajiban mengeluarkan sebagian hartanya masih sangat rendah sekali. So, mari mulai kita benahi dari diri kita sendiri. Thanks
ReplyDeleteorang kaya adalah orang yang selalu memberi, dan orang miskin adalah orang yang selalu menyimpan hartanya
ReplyDeleteartikel yang bagus
ReplyDeleteberikanlah sebagian hartamu kepada orang yang kurang mampu
ReplyDeletemakasih artikelnya
ReplyDeletesaya suka sekali baca buku karya Ippho santosa...terimakasih ya..
ReplyDeleteIppo right benar benarr motivator ulung
ReplyDeletesaya juga ingin banyak bersedekah, smoga semuanya lancar...thanks
ReplyDelete