Home » » Karier dan Dunia Kerja

Karier dan Dunia Kerja


Karier dan Dunia Kerja
Oleh: Anisah dan Joko Julianto

A. Hakikat Kerja, Okupasi dan Karier
1. Kerja
Kerja (work) atau Pekerjaan (Job) adalah “a group of similar, paid, positions requiring some similar attributes in a single organizations. Jobs are task, outcome, and organization-centred (Healy, 1982:8). Ini berarti bahwa yang memiliki kesamaan kewajiban dan tugas-tugas pokok dalam suatu organisasi/unnit atau lembaga. Job berorientasi pada tugas dan hasil serta berpusat pada organisasi, dapat diduduki satu orang atau beberapa orang.
Dalam pekerjaan terdapat unsur-unsur (elements), tugas-tugas (tasks), dan posisi (pekerjaan yang lakukan/position).

Unsur (elements) merupakan komponen paling kecil dari suatu pekerjaan, misalnya; memutar mur, mengangkat buku, menekan tombol, menggali lubang, memindahkan dan lain-lain.
Tugas (tasks) merupakan kinerja/untuk kerja yang dibutuhkan dalam bekerja. Task menampilkan kegiatan fisik atau metal yang membentuk langkah-langkah logis yang diperlukan dalam suatu pekerjaan. Beberapa unsur pekerjaan memebentuk satu himpunan tugas. Super (1976) menyatakan bahwa tugas adalah suatu perbuatan yang dikehendaki pada pekerjaan atau dalam suatu permainan, misalnya; mengangkat bunga, menata bunga, menyiram bunga, menerima surat, membukukan surat, menyimpan surat dan lain-lain.
Posisi (positions) merupakan sekelompok tugas-tugas (task) yang diselenggarakan seseorang/pekerja/pegawai, dibayar dan tidak bersifat pribadi. Tugas-tugas itu merupakan kewajiban dan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya. Tugas-tugas itu membentuk suatu pekerjaan. Tolbert (1980) mengemukakan bahwa posisi adalah suatu kelompok aktivitas, tugas atau kewajiban dikerjakan oleh satu orang, misalnya; membaca konsep yang akan diketik, memasukkan kertas, mengetik surat sesuai format, mengeluarkan surat yang diketik, menyerahkan hasil ketikan pada atasan yang memberi tugas.
2. Okupasi
Okupasi lebih luar dari job. Okupasi adalah a group of similar jobs found in various organizations. Occupations are task, economy and society oriented (Super, 1976). Ini berarti bahwa okupasi merupakan sekelompok job yang sama dijumpai dalam berbagai organisasi, umpamanya pengajar, pencipta lagu, dan seniman pertunjukan, ahli hukum, pilot, dan TNI.
3. Karier
Karier bukan pekerjaan, melainkan serangkaian urutan (sequences) pekerjaan atau okupasi-okupasi pokok/utama (major) yang dilaksanakan/dijabat seseorang sepanajng hidupnya, atau dapat juga dikatakan bahwa karier seseorang terlambang pada urutan (suquences) jabatan-jabatan utama yang ditekuni seseorang selama kehidupannya. Donal E.Super (dalam Dewa K.Sukardi, 1994:17) karier adalah sebagai suatu rangkaian pekerjaan-pekerjaan, jabatan-jabatan dan kedudukan yang mengarah pada kehidupan dalam dunia kerja.
Sedangkan menurut Munandi (1996:237) karier adalah pengammbilan keputusan kerja itu proses developmental dan pengammbilan keputusan menyangkut pekerjaan itu suatu proses yang panjang serta pekerjaan itu sendiri berkembang.
Dapat disimpulkan karier sebagai suatu rangkaian pekerjaan, jabatan dan kedudukan yang mengarah pada kehidupan dalam dunia kerja dan mengambil keputusan menyangkut pekerjaan tersebut merupakan suatu proses yang panjang serta pekerjaan itu sendiri berkembang walaupun dalam pekerjaan yang sama.
B. Manusia Kerja dan Karier
Kebutuhan manusia untuk memenuhi semua kebutuhannya, menjadikan usaha untuk mendapatkan dan meraih semua yang dibutuhkan dan diimpikan, dalam hal ini manusia akan melakukan usaha atau pekerjaan untuk mendapatkan hal yang ingin ia wujudkan. Dalam artian sempit manusia membutuhkan kerja untuk hidup.
Dalam proses panjang dalam menjalani pekerjaan, biasanya dilakukan dilakukkan secara bertahap dan meningkat atau karier. Namun ada juga dilakukkan sebatas propesi dan tuntutan kebutuhan yang memaksa untuk bekerja. Tetapi kediannya kembali bertolak dari keinginan memenuhi kebutuhan hidup, baik jasmaniah maupun rohaniah.
C. Struktur Kerja di Indonesia
Sejak tahun 2000 Sakernas (Survei Angkatan Kerja Nasional) menerapkan konsep-konsep ketenagakerjaan sebagai berikut: lapangan pekerjaan atau sektor pekerjaan didasarkan pada KLUI (Klasifikasi lapangan Usaha Indonesia) tahun 2000, yang merupakan recisi dari KLUI tahun 1997. Jenis pekerjaan, sejak Sakernas 2001, kembali menggunakan ISCO (International Standard Classification of Occupation) tahun 1968 atau KJPI (Klasifikasi Jenis Pekerjaan Indonesia) tahun 1982.
Sturktur kerja di Indonesia berdasarkan angkatan dapat di bagi menjadi dua, yaitu struktur umur dan struktur pendidikan.
a. Struktur Kerja berdasarkan umur
Dalam hal ini publikasi yang dibuat oleh Badan Pusat Statistik mengenai ketenagakerjaan, ada dua macam batasan umur. Pertama, memakai batas umur kerja 10 tahun ke atas, dan yang kedua 15 tahun ke atas. Data yang dikaji pada tulisan ini menggunakan batasan usia kerja 15 tahun ke atas, jikapun ada pembanding yang memakai batas usia kerja 10 tahun ke atas, akan distandarkan terlebih dahulu pada usia 15 tahun ke atas.
Digunakan batas usia 15 tahun ke atas, akan memudahkan bagi perencana ketenagakerjaan di tingkat pusat maupun daerah, sebab pembuatan kebijakan ketenagakerjaan biasanya mendasarkan pada batasan usia kerja 15 tahun ke atas (Setiawan, 2000).
b. Struktur kerja berdasarkan pendidikan
Tingkat pendidikan merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas tenaga kerja. Idealnya, tenaga kerja yang tersedia di suatu negara memiliki pendidikan yang memadai sesuai dengan kesempatan kerja yang tersedia, namun di negara-negara yang dlam kondisi masih sedang berkembang biasanya terjadi mismatch/tidak sesuai dengan keahlian antara pendidikan dengan pekerjaan yang ditekuninya.
Pendidikan tenaga kerja, sering diukur dengan proporsi tenaga kerja berdasarkan pendidikan yang ditamatkan. Hal ini biasanya nammpa pada struktur tingkat pendidikan dan pekerjaan yang dilakoni oleh pekerja yang sesuai dengan kemampuan tingkat pendidikannya.
D. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Karier
Faktor-faktor yang mempengaruhi karier meliputi dua faktor yaitu faktor yang bersumber dari diri individu dan faktor yang bersumber dari lingkungan dan orang lain. Kedua faktor ini sangat berpengaruh baik langsung maupun tidak langsung pada pemilih karier.
a. Faktor internal
1) Kemampuan Inteligensi
Taraf inteligensi (kecerdasan) yaitu taraf kemampuan untuk mencapai prestasi-prestasi yang di dalamnya berpikir memegang peranan (Winkel, 1991:531). Kemampuan inteligensi yang dimiliki oleh individu memegang peran yang penting sebab kemampuan itelegensi yang dimiliki seseorang dapat dipergunakan sebagai pertimbangan dalam memasuki pekerjaan, jabatan atau karier dan juga sebagai pelengkap dalam mempertimbangkan memasuki suatu jenjang pendidikan tertentu.
2) Bakat
Rudi Mulyatiningsih (2004:91) bakat merupakan kemampuan yang dibawa sejak lahir. Kemampuan itu jika diberi kesempatan untuk berkembang melalui belajar akan menjadi kecakapan yang nyata. Sedangkan menurut Munandir (1992:17) bakat (aptitude) adalah kemampuan bawaan, sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar dapat terwujud. Bakat memilki pengaruh dalam karier khususnya dalam kesuaian bakat dengan pilihan jabatan atau karier, individu cendrung memilih jabatan atau karier yang sesuai dengan bakatnya.
3) Minat
Minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri dari kombinasi, perpaduan dan campuran dari perasaan, harapan, prasangka, cemas, atakut dan kecendrungan-kecendrungan lain yang bisa mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu (Dewa K.Sukardi, 1994:46). Sedangkan Munandir (1996:146) berpendapat bahwa minat adalah kecendrungan tingkah laku umum seseorang untuk tertarik kepada sekelompok hal tertentu. Minat merupakan daya yang mengarahkan individu untuk memenfaatkan waktu luangnya dalam melaksanakan hal yang paling disenangi untuk dilakukan.
4) Sikap
Sikap ialah kecendrungan seseorang untuk bertindak atau bertingkah laku (Rudi Mulyatiningsih, 2004:20). Dengan pengertian lain sikap similiki individu dalam mereaksi terhadap dirinya sendiri, orang lain atau situasi tertentu. Dalam memutuskan pilihan karier individu akan bersikap atau bertindak sesuai dengan keadaan atau situasi yang dihadapinya. Sikap individu berbeda-beda dalam menghadapi situasi sehingga dalam pemilihan kariernya individu akan bereaksi sesuai sikapnya sendiri.
5) Kepribadian
Kepribadian diartikan sebagai suatu organisasi yang dinamis di dalam individu dari sistem-sistem psikofisik yang menentukan penyesuaian-penyesuaian yang Unik terhadap lingkungannya.
6) Nilai
Nilai adalah sifat-sifat atau hal-hal yang penting atau berguna bagi kemanusiaan (Dewa K. Sukardi, 1994:47). Dimana nilai bagi manusia di pergunakan sebagai suatu patokan dalam melaksanakan tindakan.
7) Hobi atau Kegemaran
Hobi adalah kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan individu karena kegiatan tersebut merupakan kegemarannya atau kesenangannya. Biasanya individu menyesuaikan karier dengan hobinya.
8) Prestasi
Prestasi merupakan perwujudan dari bakat kemampuan (Utami Munandar, 1992:19) prestasi yang sangat menonjol dalam salah satu bidag mencerminkan bakat yang unggul dalam bidang tersebut.
9) Keterampilan
Keterampilan yang dapat pula diartikan cakap dan cekatan dalam mengerjakan sesuatu. Dengan pengertian lain keterampilan ialah penguasaan individu terhadap sesuatu perbuatan.
10) Penggunaan waktu senggang
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan diwaktu senggang agar mendapatkan kepuasan kerja biasanya dalam melaksanakan kegemaran dan hobi.
11) Aspirasi dan pengetahuan pendidikan
Aspirasi dengan pendidikan sambungan yang diinginkan yang berkaitan dengan perwujudan cita-citanya.
12) Pengalaman kerja
Pengalaman kerja yang pernah dialami dan dilakukan individu akan memicu untuk melakukan perkerjaan itu kembali bila hal itu menarik perhatiannya kembali.
13) Keterbatasan fisik dan penampilan lahiriah.
Hal ini seringkali menjadi pemicu invididu untuk tidak melakukan suatu karier karena keterbatasan fisik dan penampilan lahiriah yang kurang mendukung.
14) Masalah dan keterbatasan pribadi
Masalah atau problema dari aspek diri sendiri selalu ada kecendrungan yang bertentangan apabila menghadapi masalah tertentu sehingga merasa tidak senang, benci, khawatir, takut, pasrah dan binggungapa yang harus dikerjakan.
b. Faktor eksternal
Disamping faktor yang ada pada diri individu, faktor luar juga memiliki pola kecendrungan yang berpengaruh terhadap pola jabatan, yaitu:
1) Orang tua
Dukungan positif dari orang tua sangat membantu dalam memilih karier yang diinginkan. Sebaliknya sebuah pemaksaan akan berakibat buruk bagi pemilihan karier dan jabatan.
2) Masyarakat
Winkel (1991:536) masyarakat merupakan lingkaran sosial budaya dimana orang muda dibesarkan. Individu yang berada di lingkungan masyarakt tidak lepas dari pandangan-pandangan mereka, termasuk juga dalam pemilihan karier individu akan jabatan yang dipandang masyarakat baik.
3) Sosial ekonomi keluarga
Status sosial ekonomi keluarga berpengaruh pada pemilihan karier mengingat persyaratan memasuki jabatan memerlukan tingkat pendidikan tertentu dan tingkat pendidikan sangat dipengaruhi oleh tingkat sosial ekonomi keluarga.
4) Pergaulan
Teori John L. Holland menyatakan pemilihan pekerjaan atau jabtan adalah hasil dari interaksi antara faktor hereditas dengan segala pengaruh budaya, teman bergaul orang tua, otang dewasa yang dianggap memiliki prean yang penting.
5) Keadaan sosial ekonomi dan budaya
Menurut Winkel (1991:536) keadaan siosialoekonomi negara atau daerah yaitu laju pertumbuhan ekonomi yang lambat atau cepat, stratifikasi masyarakat dalam golongan sosial ekonomi tinggi, tengah dan rendah yang terbuka atau tertutup bagi anggotakelompok lain.


Referensi:
Prof. DR. A. Muhammad Yusuf. 2002. Kiat Sukses Dalam Karier. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Sukardi, Dewa Ketut. 1994. Bimbingan Karier di Dsekolah-sekolah. Jakarta: Ghalia Indonesia.
http://www.makalahkita.tk/
http://google.com/
Comments
5 Comments

5 comments:

bahasann yang lengkap sekali tentang dunia kerja...terimakasih ya..

busyet dah, manteb bener dah. bisa dijadiin buat bahan referensi nih. hehehe... XD

ada tips biar karier gak stag dan gak bosen kerja ?

lengkap banget ya bahasannya

ulasan yang sangat lengkap tenang karier dan dunia kerja, terimakasih, sangat bermanfaat..

Post a Comment

Terima Kasih telah Berkunjung. Blog Berstatus DoFollow.
Para pengurus Makalah Kita Semua Tidak selalu Online untuk memantau Komentar yang Masuk, Jadi tolong berikan Komentar Anda dengan Pantas dan Layak dikonsumsi oleh Publik. NO SPAM, NO SPAM, NO SPAM dan Sejenisnya.

 
 
 

Facebook

Status Makalah Kita Semua


Page Ranking Tool Site Meter
makalahkitasemua.blogspot.com : Do Follow Blog makalahkitasemua.blogspot.com : Do Follow Blog SevenZero TV - Watch Live Streaming TV online My Ping in TotalPing.com
eXTReMe Tracker

Best Friends Yang Rendah Hati

 
Copyright © 2008 - Makalah Kita Semua , All rights reserved.