Showing posts with label Psikologi Anak. Show all posts
Showing posts with label Psikologi Anak. Show all posts

Tujuh Untuk Menjadi Orangtua Yang Baik

Makalah Kita Semua - Tujuh Untuk Menjadi Orangtua Yang Baik. Salah satu tugas setiap orang tua yang paling penting adalah benar menanamkan rasa hormat pada anak. Hormat menyebabkan banyak sifat semua orang ingin anak-anak mereka untuk memiliki, namun hanya sedikit yang bersedia bekerja untuk menanamkan - di antara mereka pelayanan yang baik (atas tanah dan tubuh sendiri), pertimbangan orang lain, dan keinginan yang sehat untuk kebebasan nyata. Jadi, bagaimana orangtua membesarkan patuh, anak-anak menghormati dalam budaya saat ini? Ini tentu bukan hal yang mudah, tetapi bisa dan HARUS dilakukan. 
Berikut ini Tujuh konsep praktis untuk orangtua yang sukses atau Tujuh Untuk Menjadi Orangtua Yang Baik, yaitu:

1.) Jadilah konsisten. Mengutip sebuah ungkapan lama, mari yeas Anda berarti ya dan nays Anda berarti nay. Jangan menjadi orang tua yang plin-plan. Jika anak Anda berpikir ia pasti dengan menanyakan pada waktu 10, dia akan meminta 10 kali, setiap waktu.


2.) Tetapkan batas. Menurut penulis Jim Cunningham, "Sebuah penelitian pernah dilakukan dari usia sekolah kejenakaan anak-anak di tempat bermain Ketika bel istirahat terdengar mereka membanjiri taman bermain. Mereka berjajar di pagar dan tertawa dan bermain.. Kemudian pagar yang berjajar di taman bermain telah dihapus Perubahan ini. luar biasa. Keesokan paginya anak-anak berkerumun ke tengah taman bermain. Mereka cemas dan tidak aman. Mereka tidak berkeliaran dan bermain seperti biasa. Kemudian, pagar yang diletakkan kembali pada tempatnya. Apakah Anda ingin menebak apa terjadi? Hari berikutnya mereka di seluruh taman bermain lagi, bahagia dan aman. "Anak-anak, dalam hati, tidak ingin hidup di dunia tanpa batas. Mereka ingin orang tua untuk menetapkan batasan bagi mereka, untuk melindungi mereka, memelihara mereka dan membimbing mereka menjadi dewasa. 

3.) Dalam batas-batas yang tepat, memungkinkan anak untuk mengikuti mereka sendiri 'bengkok'. Jangan di-tua! Seringkali orang tua mengharapkan anak-anak menjadi versi kecil dari mereka. Harapan tersebut biasanya mengarah pada kekecewaan.

4.) Mendorong perilaku positif dengan mencari hal-hal baik anak, kemudian membuat satu titik untuk mendorong dan memuji tindakan tersebut.


5.) Menghukum pemberontakan lebih dari kesalahan. Tentu, ada kalanya kesalahan diulang tertentu harus menimbulkan konsekuensi negatif, tapi secara keseluruhan, sikap anak adalah atribut yang paling penting terhadap jamur.


6.) Jangan biarkan lubang anak satu orang tua terhadap yang lain. Jika Ibu mengatakan tidak tetapi anak yang tahu dia bisa lari ke Ayah untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, dia akan melakukannya setiap saat dan akan ada ketidakstabilan di rumah. Anak-anak harus diajar bahwa kedua orang tua berada pada halaman yang sama dan 'tidak' dari satu adalah 'tidak' dari keduanya. Ini benar-benar sulit dalam situasi perceraian, tetapi demi anak-anak kedua orang tua harus mengesampingkan perbedaan mereka dan berada di halaman yang sama.


7.) Perhatikan perilaku yang Anda harapkan dari anak Anda. Anak-anak memodelkan perilaku orang tua mereka. Jika mereka melihat Anda berbohong, menipu, mengutuk, mencuri, atau bahkan membuat pilihan gaya hidup tidak sehat, mereka cenderung berpikir tidak apa-apa dan melakukan hal yang sama. Jika Anda dan pasangan Anda menyelesaikan argumen dengan berteriak, jangan terkejut melihat anak-anak melakukannya. Jadilah role model utama bagi anak-anak Anda!

Nah,  itulah Tujuh Untuk Menjadi Orangtua Yang Baik. Semoga artikel Tujuh Untuk Menjadi Orangtua Yang Baik dapat berguna dan menjadi referensi anda Untuk Menjadi Orangtua Yang Baik.
Sumber: 

Tag:
Selengkapnya

4 Sifat Orangtua yang Sebabkan Anak Mudah Marah


Makalah Kita Semua - 4 Sifat Orangtua yang Sebabkan Anak Mudah Marah. Seorang anak yang keras kepala dan temperamental mungkin dapat dibentuk oleh lingkungan di mana anak-anak dibesarkan. Tetapi ternyata sifat orangtua juga dapat mempengaruhi kepribadian anak.

Oleh karena itu orangtua harus menyesuaikan gaya pengasuhan anak untuk mengatasi masalah kepribadian anaknya.

Banyak penelitian dilakukan terhadap anak yang temperamental, salah satunya oleh psikiater Alexander Thomas dan Catur Stella di New York tahun 1956 yang mengamati perkembangan sekelompok anak dari lahir sampai awal masa dewasa.

Thomas dan Catur menemukan bahwa kepribadian anak-anak dapat dimasukkan ke dalam tiga kategori dasar yaitu mudah, sulit, dan lambat merespons sesuatu dengan kemarahan.

Penelitian tersebut juga mengidentifikasi variabel lain yang diukur dari perilaku anak seperti keinginan, kemurungan, tingkat aktivitas, perhatian, keteraturan dalam tidur, kelaparan dan fungsi biologi lainnya.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang temperamental secara otomatis kesulitan untuk berbaur dengan lingkungan sekitarnya. Anda harus memiliki cara yang tepat untuk menangani anak Anda yang mudah marah tersebut.

Arthur Robin, direktur pelatihan psikologi di Children's Hospital of Michigan di Detroit seperti dilansir dari huffingtonpost, Selasa (7/5/2012) menjelaskan beberapa sifat orangtua yang bisa berpengaruh pada kelakuan anak:

1. Salah satu masalah umum yang ditemukan pada anak dengan ADHD atau yang temperamental adalah memiliki ibu yang pasif, depresi dan lesu.

"Anak akan bisa melakukan apapun yang dia suka karena si ibu tidak memiliki ketegasan untuk merawat dan mendidik anaknya," kata Robin.

2. Orang tua yang terlalu fleksibel dapat membuat anaknya mungkin sengaja bertingkah kaku dan keras kepala.

3. Orangtua yang selalu memenuhi keinginan anaknya akan memiliki sifat yang manja dan akan mudah marah jika keinginannya tidak segera dipenuhi.

4. Kadang-kadang masalah berakar pada sikap temperamental orang tua, bukan anak. Jika orang tua sangat moody, anak akan cenderung mudah marah, ketakutan dan mengembangkan sikap yang tertutup karena pengaruh sikap ekstrim orang tuanya.

Orang tua dapat memilih alternatif dengan mengikut sertakan anak ke dalam kegiatan positif seperti les musik atau kesenian lain yang selain dapat meningkatkan kreatifitas anak juga dapat membuat anak dapat mengontrol emosinya.

Biarkan juga anak memilih sendiri baju mana yang ingin dikenakan dan jangan memaksakan sesuatu yang tidak disukainya.

Terapi psikologi pada anak mungkin perlu dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab lain mengapa anak begitu temperamental seperti gangguan koordinasi motorik halus. Gangguan tersebut bahkan dapat mengakibatkan anak kesulitan untuk mengikat sepatunya sendiri.

Orangtua harus mulai bersikap disiplin dan lebih perhatian untuk mengatasi masalah terhadap kepribadian anaknya.

nah, itulah  4 Sifat Orangtua yang Sebabkan Anak Mudah Marah. semoga artikel 4 Sifat Orangtua yang Sebabkan Anak Mudah Marah dapat membantu dan menjadi referensi anda.


Sumber:
health.detik.com

tag:
4 Sifat Orangtua yang Sebabkan Anak Mudah Marah, Sikap orang tua yang membuat ddepresi anak
Selengkapnya

Tidak Memperolok Apabila Anak Berbuat Salah

Setiap manusia pasti pernah berbuat salah. Terutama anak, ia akan cenderung banyak melakukan kesalahan dalam bertindak. Hal tersebut adalah wajar, sebab anak baru saja ’belajar hidup’ sehingga belum banyak memiliki pengalaman. Walaupun, mungkin saja kesalahan yang ia lakukan bukan murni atas faktor kesengajaan. Ada beberapa kemungkinan anak melakukan suatu kesalahan, boleh jadi ia memang 'tidak tahu', merasa penasaran (rasa ingin tahunya tinggi) atau hanya karena ingin coba-coba.

Pada umumnya, sebagian orang tua sering tidak mau peduli dengan apa yang melatarbelakangi anak berbuat salah. Mereka sering menanggapi kesalahan anak dengan sikap negatif. Orang tua mudah memperolok dan mencap anak adalah ’bodoh dan tolol’. Orang tua seperti ini selalu berharap tindakan yang dilakukan anak sama dengan standar kualitas orang dewasa.
Selengkapnya

Jika Orang tua Mendambakan Anak Soleh, Berikanlah Haknya

Kita semua tentu sepakat, tidak ada orang tua di muka bumi ini yang ingin memiliki anak berkepribadian buruk. Setiap orang tua pasti mendambakan anaknya menjadi seseorang yang sopan, jujur, percaya diri, bertanggung jawab, taat, dan berbakti kepada kedua orang tuanya.


Hal serupa juga akan sama dirasakan oleh anak, ia ingin memiliki orang tua yang dapat membahagiakannya. Kebahagiaan anak adalah apabila ia mendapatkan haknya yaitu cinta yang tulus, perlakukan adil, perhatian, dan kasih sayang yang penuh kehangatan dari orang tuanya.

Selengkapnya

Dosa Bukan Monopoli Anak, Orangtua Pun Berdosa Jika Khianat

Sebagaimana anak, orang tua juga dapat berdosa apabila mereka tidak melakukan kewajiban kepada anak. Anak adalah amanah atau titipan dari Alloh SWT yang harus dijaga, dididik, diperlakukan adil, dan dibesarkan dengan penuh cinta, kasih sayang dan kelembutan. Jika orantgua tidak melakukan amanah ini, berarti mereka khianat. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda,

“Didiklah anak-anak kalian. Bersikap lemah lembutlah dan jangan bersikap kasar, berilah mereka pengertian agar mendekat dan jangan membuat mereka menjauh. Jika salah seorang kalian dalam kondisi marah, maka diamlah.” (Shahihul Jami' (4027).

Selengkapnya

Mengajarkan Anak Agar Terbuka


Setiap manusia hidup pasti memiliki masalah, tidak memandang apakah ia orang kaya atau miskin, apakah ia anak-anak atau orangtua. Namun, bagi orangtua keberadaan masalah hidup sudah dapat dimungkinkan ada. Mungkin yang membedakannya adalah dari jumlah kadarnya saja, yaitu masalah ringan dan parah. Mulai dari masalah sehari-hari seperti jadwal yang padat, kelelahan bekerja hingga masalah kronis tentang anak, keuangan keluarga, konflik dalam keluarga besar, penyakit yang parah, kehilangan pekerjaan, sampai dengan masalah perceraian yang tertunda.


Selengkapnya

Materi Bukan Jaminan Anak Bahagia

Memiliki dua saluran keuangan dalam keluarga adalah tidak salah. Tetapi, upaya mencari karier dan uang sering membuat orangtua lalai akan kewajiban pokok mereka, yaitu mengasuh dan mendidik anak.

Kesibukan mereka mencari kekayaan sering menyita waktu untuk anak. Orangtua sering tidak memiliki waktu lagi untuk bermain bersama anak, mendengarkan curahan hatinya, memberikan perhatian, dan kasih sayang. Pada akhirnya, untuk menutupi ‘kekurangan dan perasaan bersalah’ merekapun berdalih bahwa semua yang mereka lakukan adalah semata-mata demi membahagiakan anak.



Selengkapnya

Dua Tahun Pertama Yang Sangat Penting


Mungkin masih ada sebagian orangtua yang menganggap bahwa memberikan pendidikan kepada anak usia dua tahun pertama adalah tidak penting. Mereka percaya bahwa pendidikan yang diberikan kepada anak usia ini tidak akan memberikan pengaruh apa-apa. Sebab, di usia ini anak belum dapat berkomunikasi dengan baik, belum dapat memahami kata-kata, dan belum bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Dengan demikian, tidak sedikit orangtua yang mengabaikan masalah pendidikan anak di usia ini, melainkan hanya menekankan pada pemenuhan makanan, minuman, dan pakaian saja.
Selengkapnya

Anak Tumbuh Sesuai Dengan Apa Yang Dipercayakan Orangtua Kepadanya


‘Anak kecil tahu apa….?’ Itulah kira-kira sepenggal kalimat yang sering terlontar dari mulut sebagian orangtua yang tidak mau anak mereka mengkritik atau memberikan ide kepada mereka. Orangtua seperti itu menganggap bahwa anak kecil tidak perlu didengar ucapannya karena ia belum punya pikiran. Anggapan tersebut adalah tidak tepat, karena terkadang sejak usia dini anak telah memiliki kepribadian dan pandangan tentang banyak hal, bahkan sebagian anak ada yang sudah mampu menyimpulkan
Selengkapnya

Masa Remaja Mempengaruhi Masa Depan Anak


Masa remaja atau pubertas merupakan masa transisi atau peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Masa remaja berada dalam kisaran usia antara 11-19 tahun, namun ada pula yang mengatakan antara 11-24 tahun. Secara garis besar, masa remaja ditandai dengan beberapa perubahan, di antaranya adalah perubahan fisik, perkembangan seksual, cara berpikir, emosi yang meluap-luap, menarik perhatian lingkungan, dan terikat dengan kelompok.


Pada umumnya, masyarakat percaya bahwa masa remaja adalah masa yang paling rentan dan sangat
Selengkapnya

Kewajiban Orangtua Membekali Masa Puber Anak



Ketika masa puber tiba, anak remaja biasanya mengalami sebuah fase percintaan yang sering dikenal dengan sebutan ‘cinta monyet’. Anak mulai merasa senang jika bergaul dengan teman lawan jenisnya. Di saat seperti ini di antara mereka biasanya akan timbul perasaan untuk saling memperhatikan, mencintai, dan mengasihi.


Namun, pada umumnya hubungan mereka tersebut baru bersifat sementara saja. Jarang sekali di masa puber seperti ini anak langsung memutuskan untuk mengakhiri percintaannya dengan sebuah pernikahan. Sebab, selain mereka belum begitu mengerti tentang seks
Selengkapnya

Cara Bijak Memberi Hukuman dan Hadiah Kepada Anak




Mendidik dengan memberikan hukuman secara fisik karena anak telah melakukan suatu kesalahan dan memberikan hadiah berupa uang atau makanan karena anak telah melakukan suatu tindakan positif adalah tindakan yang kurang bijaksana. Hukuman fisik dianggap tidak efektif sebagai cara untuk mendidik anak karena dengan cara seperti itu sebenarnya anak tidak memahami di mana letak kesalahannya tersebut. Anak tidak melakukan lagi kesalahannya tersebut boleh jadi bukan karena ia memahami bahwa tindakannya tersebut adalah tidak baik tetapi ia tidak melakukan kesalahan tersebut karena ia takut akan mendapatkan hukuman lagi yang mungkin lebih berat. Maksudnya, anak mungkin tidak melakukan kesalahan tersebut ketika pengawas (orangtua) ada di sekitarnya, tetapi
Selengkapnya

Memukul Bukan Solusi Baik Meredakan Kemarahan Anak



Kadang-kadang anak marah kepada orangtua karena sesuatu hal. Misalnya, orangtua lupa melaksanakan janji mereka kepada anak, anak memaksa untuk dibelikan sesuatu, atau orangtua yang terlalu bersikap membela adiknya daripada dia. Apabila orangtua menghadapi anak yang sedang marah shingga mengeluarkan kata-kata kasar dan lancang, janganlah orangtua langsung memukul atau menghinanya. Tindakan tersebut tidak akan meredakan kemarahannya. Bahkan sebaliknya, suasana akan semakin buruk, orangtua dan anak mungkin pada akhirnya akan sama-sama merasakan luka bathin.


Pada umumnya, anak bersikap marah, mengeluarkan kata-kata kotor, atau bersikap
Selengkapnya

Perilaku Anak ditentukan Oleh Peran Ibu


Peran ibu dalam keluarga adalah sangat penting. Bahkan, dapat dikatakan bahwa kesuksesan dan kebahagiaan keluarga sangat ditentukan oleh peran seorang ibu. Jika ibu adalah seorang wanita yang baik, akan baiklah kondisi keluarga. Sebaliknya, apabila ibu adalah wanita yang bersikap buruk, hancurlah keluarga (Prof. Sa’ad Karim, 2006).


Ibu adalah orang dan tempat pertama di mana anak mendapatkan pendidikan. Apabila ibu paham dan mau melaksanakan tugas serta tanggung jawabnya dalam mendidik dan mengarahkan anak dengan baik, akan terlahirlah generasi yang baik.
Selengkapnya

Hal Yang Dianggap Baik Oleh Orangtua, Tidak Selamanya Baik Untuk Anak


Hal Yang Dianggap Baik Oleh Orangtua, Tidak Selamanya Diterima Baik Oleh Anak

Sebagian orangtua ada yang selalu ingin mencampuri urusan anak dan mengawasi setiap hal-hal kecil yang dilakukan anak . Salah satu alasannya adalah bahwa semua yang dilakukan mereka tersebut adalah untuk kebaikan anak di masa yang akan datang. Oleh karena itu, orangtua seperti itu selalu berusaha untuk ikut mengatur dan melibatkan diri dalam kehidupan anak mereka. Misalnya, orangtua mengatur anak bahwa pada jam tertentu anak harus belajar, pada hari tertentu anak harus mengikuti kursus sepak bola, setelah pulang dari sekolah anak tidak boleh main ke luar bersama teman-teman di lingkungannya, dan pada jam yang sudah ditentukan pula anak harus tidur siang. Bahkan, orangtua seperti ini biasanya akan mudah mengkritik anak apabila mereka mendapatkan anak melakukan suatu kesalahan. Hal tersebut mereka lakukan supaya
Selengkapnya

Menghindari Tindakan Over-protektif terhadap Anak


Anak yang dibesarkan dengan limpahan kasih sayang akan mampu membahagiakan orang yang ada di sekelilingnya dan dirinya sendiri. Sikap kasih yang terpancar dari diri anak adalah refleksi dari orang yang terdekat dengannya, orangtua.


Namun, apakah semua tindakan orangtua bisa dianggap sebagai bentuk kasih sayang? Tentunya ada sebagian tindakan orangtua yang terkadang membuat anak menjadi merasa bosan, kesal dan berontak. Hal ini terjadi terutama bagi orangtua yang over-protektif kepada anak. Mereka cenderung selalu khawatir terhadap tindakan yang dilakukan sang anak, misalnya khawatir anak terluka atau terjatuh. Orangtua sering mengeluarkan kalimat yang bernada melarang,
Selengkapnya

Mengarahkan Anak Berperilaku Baik Sejak Kecil

Meluruskan batang pohon yang sudah besar tentu akan lebih sulit jika dibandingkan dengan meluruskan batang pohon yang masih kecil. Boleh jadi, batang pohon yang besar tersebut akan menjadi patah jika kita memaksanya agar menjadi lurus. Begitupun dalam proses mendidik anak, biasanya orangtua akan merasa lebih sulit ketika meluruskan perilaku buruk anak yang sudah dewasa bila dibandingkan dengan memperbaiki perilaku buruk pada anak yang masih kecil.


Hanya dengan bujukan, rayuan, dan hadiah yang sederhana saja biasanya anak kecil dapat segera merubah dan meninggalkan sikap buruknya. Berbeda dengan anak yang sudah dewasa, dengan perlakuan yang sama boleh jadi ia tidak akan terpengaruh untuk segera memperbaiki perilaku buruknya. Bahkan sebaliknya, karena yang diinginkan hanya sebuah hadiah, maka dengan akal buruknya ia boleh jadi berpura-pura baik di depan orangtuanya. Padahal di belakang orangtua ia tetap melakukan perilaku buruk.
Selengkapnya

Teori Kepribadian Allport

A. Teori Kepribadian Allport

Menurut Allport Kepribadian manusia adalah asli. Individu lebih merupakan makhluk masa kini daripada makhluk masa lampau. Allport mempelajari individu-individu yang normal dan dengan demikian mengembangkan suatu teori yang hampir seluruhnya mengenai Kepribadian sehat. Allport mengemukakan teori tentang jurang antara kepibadian neurotis dan Kepribadian sehat antara masa dewasa dan masa kanak-kanak. Allport melihat pentingnya peningkatan dan bukan pengurangan tingkat tegangan adalah sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan saya sendiri tentang tokoh-tokoh sejarah. Manusia yang hidup dan aktif membutuhkan kehidupan yang beraneka ragam,mereka tidak puas dengan kegiatan yang rutin. Kita semua mengenal orang-orang yang berspekulasi dan memilih kesempatan-kesempatan,yang secara aktif mencari perangsang dan tantangan dalam kehidupan mereka.
Dalam teori Allport antisipasi-antisipasi adalah penting dalam membantu
Selengkapnya

Teori Perkembangan Anak – Erickson dan Gardner



Pendapat Piaget dan Vigotsky ini perlu diakomodasi untuk saling melengkapi. Rancangan kegiatan perlu dibagi dimana ada saat anak diberi kesempatan menemukan dan membangun pemahamannya (discovery learning), tetapi guru tetap harus berperan memperluas dan meningkatkan efektifitas belajarnya dengan bantuan arahan yang tepat (scaffolding) sehingga anak dapat meningkatkan ZPD untuk menjadi daerah kemampuan aktualnya. Selain itu perlunya menunggu kesiapan anak dari Piaget dan pemberian bantuan dari orang dewasa untuk meningkatkan kemampuan anak jangan dipandang sebagai sesuatu yang kontradiktif, tetapi dipahami sebagai batasan dalam menetapkan kriteria Developmentally Appropriate Practice. Pendidik perlu meneliti sejauh mana kompetensi dasar usia tertentu, sekaligus mencoba meningkatkan kemampuannya dengan tetap memperhatikan kondisi psikologi anak dan tanpa mematikan anak untuk mencintai belajar.
Selengkapnya

Teori Erik Erikson


Teori Erik Erikson dipilih dan disajikan dalam buku ini yang berjudul “Personality Theory Researche” oleh Pervin dan Jhon sebab dianggap sebagai teori yang mendukung perkembangan dalam ilmu psikologi. Dengan kata lain teori Erikson dikatakan sebagai salah satu teori yang sangat selektif karena didasarkan pada tiga alasan. Alasan yang pertama, karena teorinya sangat representatif dikarenakan memiliki kaitan atau hubungan dengan ego yang merupakan salah satu aspek yang mendekati kepribadian manusia. Kedua, menekankan pada pentingnya perubahan yang terjadi pada setiap tahap perkembangan dalam lingkaran kehidupan, dan yang ketiga/terakhir adalah menggambarkan secara eksplisit mengenai usahanya dalam mengabungkan pengertian klinik dengan sosial dan latar belakang yang dapat memberikan kekuatan/kemajuan dalam perkembangan kepribadian didalam sebuah lingkungan. Melalui teorinya Erikson memberikan
Selengkapnya
 
 
 

Facebook

Status Makalah Kita Semua


Page Ranking Tool Site Meter
makalahkitasemua.blogspot.com : Do Follow Blog makalahkitasemua.blogspot.com : Do Follow Blog SevenZero TV - Watch Live Streaming TV online My Ping in TotalPing.com
eXTReMe Tracker

Best Friends Yang Rendah Hati

 
Copyright © 2008 - Makalah Kita Semua , All rights reserved.