TEORI PENYESUAIAN KERJA


TEORI PENYESUAIAN KERJA
oleh: Joko julianto

Individu manusia senantiasa menyesuaikan dirinya dengan lingkungan fisik dan fisikis, baik dalam dunia pendidikan, kerja, sosial diartikan dalam arti luas, yaitu: mengubah diri sesuai dengan keadaan (keinginan) diri.
Penyesuaian diri merupakan suatu proses dinamis yang bertujuan merubah perilaku individu agar terjadi hubungan yang lebih sesuai dengan diri individu dengan lingkungannya.
A. Konsep Dasar
Pada dasarnya, penyesuaian diri memiliki dua aspek, yaitu penyesuaian pribadi dan penyesuaian sosial.

1. Penyesuaian Pribadi
Penyesuaian pribadi adalah kemampuan individu untuk menerima dirinya sendiri sehingga tercapainya hubungan yang harmonis antara siapa dirinya dengan lingkungan kerjanya. Ia sadar sepenuhnya siapa dirinya, apa kelebihan dan kekurangannya dan bertindak objektif sesuai dengan kondisi dirinya tersebut.
Keberhasilan diri pribadi dengan tidak adanya rasa benci, lari dari kenyataan atau tanggungjawab, kecewa atau tak percaya pada kondisi dirinya. Kehidupan kejiwaannya ditandai dengan tidak adanya kegoncangan atau kecemasan yang menyertai rasa bersalah, rasa tidak puas, rasa cemas, rasa kurang dan keluhan terhadap nasib yang dialaminya.
2. Penyesuaian Sosial
Setiap individu hidup dalam masyarakat, dimana terdapat proses saling mempengaruhi satu sama lain. Dari proses tersebut timbul pola kebudayaan dan tingkah laku sesuai dengan sejumlah aturan, hukum, adat dan nilai-nilai yang mereka patuhi, demi untuk mencapai penyesuaian bagi persoalan-persoalan hidup sehari-hari.
Dalam dunia kerja ada 2 hal yang tidak bisa dipisahkan yaitu karyawan dan perusahaan. Seseorang yang dapat menyesuaikan dirinya dengan pekerjaannya yaitu apabila terdapat adanya kepuasan kerja. Untuk itu merupakan keharusan bagi perusahaan untuk mengenali faktor-faktor apa saja yang dapat membuat karyawan puas bekerja diperusahaan.
Banyak faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan, diantaranya adalah kesesuaian pekerjaan, kebijakan organisasi termasuk kesempatan berkembang, lingkungan kerja dan perilaku atasan. Adapun faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan menurut Kreitner dan Kinichi, yaitu:
a. Pemenuhan Kebutuhan (need fulfillment)
Kepuasan ditentukan oleh tingkat karakteristik pekerjakaan memberikan kesempatan pada individu intuk memenuhi kebutuhannya
b. Perbedaan (discrepancies)
Kepuasan merupakan suatu hasil memenuhi harapan. Pemenuhan harapan mencerminkan perbedaan antara apa yang diharapkan dan apa yang diperoleh individu dari pekerjaannya. Bila harapan lebih besar dari apa yang diterima, orang akan tidak puas. Sebaliknya individu akan puas bila menerima manfaat diatas harapan.
c. Pencapaian nilai (volue attainment)
Kepuasan merupakan hasil dari persepsi pekerjaan memberikan pemenuhan nilai kerja individual yang penting.
d. Keadilan (equity)
Kepuasan merupakan fungsi dari seberapa adil individu diperlakukan di tempat kerja.
e. Komponan genetik (genetic components)
Kepuasan kerja merupakan fungsi sifat pribadi dan faktor genetik. Hal ini menyiratkan perbedaan sifat individu kerja disamping karakteristik lingkungan pekerjaan.
Selain itu ada juga faktor penentu kepuasan kerja yaitu:
1) Gaji/upah
Menurut Theriault, kepuasan kerja merupakan fungsi dari jumlah absolute dari gaji yang diterima, derajat sejauh mana gaji memenuhi harapan-harapan tenaga kerja dan bagaimana gaji diberikan. Selain dari pencapaian (achievement), keberhasilan dan pengakuan/penghargaan.
2) Kondisi kerja yang menunjang
Bekerja dalam ruangan atau tempat kerja yang tidak menyenangkan (uncomfortable) akan menurunkan semangat untuk bekerja. Oleh karena itu, perusahaan harus membuat kondisi kerja yang nyaman dan menyenangkan sehingga kebutuhan-kebutuhan fisik terpenuhi dan menimbulkan kepuasan kerja.
3) Hubungan kerja
- Hubungan dengan rekan kerja
Ada tenaga kerja dalam menjalankan pekerjaannya memperoleh masukan dari tenaga kerja lain (dalam bentuk tertentu). Keluarannya (barang yag setengah jadi) menjadi masukkan untuk tenaga kerja lainya, misalnya pekerja konveksi. Hubugan antara pekerja adalah hubungan ketergantungan sepihak yang berbentuk fungsional.
Kepuasan kerja yang ada timbul karena mereka dalam jumlah tertentu berada dalam satu ruangan kerja yang tidak berkomunikasi bersifat kepuasan kerja yang tidak menyebabkan peningkatan motivasi kerja dalam kelompok kerja dimana para pekerjanya harus bekerja sebagai satu tim.
Kepuasan kerja mereka dapat timbul karena kebutuhan-kebutuhan tingkat tinggi mereka seperti harga diri, aktualisasi diri dapat dipenuhi dan mempunyai dampak pada motivasi kerja mereka.
- Hubungan dengan atasan
Kepemimpinan yang konsisten berkaitan dengan kepuasan kerja adalah tenggangrasa (consideration). Hubungan fungsional mencerminkan sejumlah atasa membantu tenaga kerja untuk memuaskan nilai-nilai pekerjaan yang penting bagi tenaga kerja. Hubungan keseluruhan didasarkan pada ketertarikkan antara pribadi yang mencerminkan sikap dasar dan nilai-nilai yang serupa, misalnya keduanya mempuyai pandangan hidup yang sama.
Tingkat kepuasan kerja paling besar dengan atasan adalah jika kedua jenis hubungan adalah positif. Atasan yang memiliki ciri pemimpin yang transformasional, maka tenaga kerja akan meningkat motivasinya dan sekaligus dapat merasa puas dengan pekerjaannya.
B. Karakter Teori
Teori ini merupakan suatu proses dinamis yang bertujuan untuk mengubah perilaku seorang individu agar terjadi hubungan yang lebih sesuai antara diri individu dengan lingkungannya. Manusia dituntut menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial, kejiwaan da lingkungan alam sekitarnya.
C. Kelebihan dan Kekurangan
1. Kelebihanya ialah dengan penyesuaian kerja dapat menigkatka hubungan yang harmonis antara rekan kerja dengan atasan.
2. Kekurangannya ialah dengan tidak adanya kesesuaian anatara pekerjaan dengn sifat/potensi kemammpuan yang dimiliki maka bepengaruh terhadap kepuasan kerja.

Kesimpulan

Penyesuaian diri merupakan suatu proses dinamis yang bertujuan mengubah perilaku individu agar terjadi hubungan yang lebih sesuai antara diri individu dengan lingkungan.
Aspek penyesuaian diri:
1. Penyesuain pribadi
2. Penyesuaian sosial
Faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja meurut Kraitner dan Kinicki yaitu:
a. Pemenuhan kebutuhan
b. Perbedaan
c. Pencapaian nilai
d. Keadilan
e. Komponen genetik
Faktor penentu kepuasan kerja:
a. Gaji/upah
b. Kondisu kerja
c. Hubugan kerja


Referensi:
Comments
17 Comments

17 comments:

apalagi untuk seorang pekerja baru penyesuaian dengan lingkungan baru sangat diperlukan

antara satu dengan yang lainnya harus saling mendukung

terima kasih artikelnya lengkap

Saya dulu interview kerja, yang ditanya tentang penyesuaian diri dilingkungan yang baru.

nice info, keep sharing

terima kasih artikelnya lengkap

thanks infonya

sebisa mungkin lakukan penyesuaian diri dengan lingkungan kerja

ini artikel yang lebih bagus gan (klik)

masuk di lingkungan baru harus bisa menyesuaikan.

wah kalau sepeti ini pekerja kita bakalan sukses nih perusahaan.. heheh..

Mantap sekali artikelnya gan

ini ilmu bermanpaat bnget bwat sya,,,kbtulan sya bru di tugaskan di luar propinsi,,thank's admin..

wah manteb infonya , ijin tkp gan :D keep sharing

Bwin368 Agen Judi Terpercaya
Bwin368 Agen Bola Online

Bwin368 Agen Bola Terpercaya
Bwin368 Pusat Judi Online

Dewa Bola forum Judi Online
Dewa Bola foum Prediksi skor

artikel yg sangat membantu sob

jadi begitu teori penyesuaian nya

sekarang saya makin tau, makasih sob

Post a Comment

Terima Kasih telah Berkunjung. Blog Berstatus DoFollow.
Para pengurus Makalah Kita Semua Tidak selalu Online untuk memantau Komentar yang Masuk, Jadi tolong berikan Komentar Anda dengan Pantas dan Layak dikonsumsi oleh Publik. NO SPAM, NO SPAM, NO SPAM dan Sejenisnya.

 
 
 

Google+ Followers

Facebook

Best Friends Yang Rendah Hati

 
Copyright © 2008 - Makalah Kita Semua , All rights reserved.